Kepada siapakah mereka akan mengadu? Konsumen yang dari hari kehari semakin turun dan penjualan pun semakin menurun. Keberadaan minimarket yang semakin merambah pinggiran perkotaan dan jarak yang tak jauh dengan pasar tradisional sangat merugikan penjual tradisional. Alangkah malang nasib mereka yang selalu tergilas oleh modrenisasi dan kebijakan yang lemah dari pemerintah. Miris memang pasar modern yang semakin menjamur dan tak ada langkah terkait untuk mengaturnya misalnya minimarket yang selalu buka 24 jam yang letaknya tak jauh dengan pasar tradisional, dengan membuka harga lebih rendah dari harga pasar tradisional. Memang dalam peraturanya pemerintah pasar modern seperti minimarket tidak boleh menjual barang kebutuhan pokok lebih rendah dari harga tradisional dan letak minimarket harus terletak di jalan utama. namun mau tak mau konsumen lah yang memilih dengan mempertimbangkan pasar tradisional yang kotor dan tidak terawat sedangkan pasar modern seperti minimarket sangan bersih, full AC, harga diskon dan bebas mimilih. Persaingan pasar modern dan tradisional harus mendapatkan perhartian dari pemerintah maupaun pihak produsen pendiri minimarket. Dalam arti kebijakan dan peraturan yang berlaku harus dilaksanakan dan proses perizinan minimarket harus diperketat apabila terjadi pelangaran perizinan harus di tindak. Langkah yang harus di benahi adalah keberadaan tradisional yang harus di perbaiki fasilitasnya seperti sanitasi pasar agar tidak kotor sehingga lebih menarik bagi para konsumen. Keberadaan pasar tradisional di kalangan masyarakat masih dibutuhkan dan menjadi salah satu budaya masyarakat Indonesia dalam jual – beli yang harus di pertahankan.Sunday, December 5, 2010
Minimarket 24 Jam, Mematikan Pasar Tradisional
Kepada siapakah mereka akan mengadu? Konsumen yang dari hari kehari semakin turun dan penjualan pun semakin menurun. Keberadaan minimarket yang semakin merambah pinggiran perkotaan dan jarak yang tak jauh dengan pasar tradisional sangat merugikan penjual tradisional. Alangkah malang nasib mereka yang selalu tergilas oleh modrenisasi dan kebijakan yang lemah dari pemerintah. Miris memang pasar modern yang semakin menjamur dan tak ada langkah terkait untuk mengaturnya misalnya minimarket yang selalu buka 24 jam yang letaknya tak jauh dengan pasar tradisional, dengan membuka harga lebih rendah dari harga pasar tradisional. Memang dalam peraturanya pemerintah pasar modern seperti minimarket tidak boleh menjual barang kebutuhan pokok lebih rendah dari harga tradisional dan letak minimarket harus terletak di jalan utama. namun mau tak mau konsumen lah yang memilih dengan mempertimbangkan pasar tradisional yang kotor dan tidak terawat sedangkan pasar modern seperti minimarket sangan bersih, full AC, harga diskon dan bebas mimilih. Persaingan pasar modern dan tradisional harus mendapatkan perhartian dari pemerintah maupaun pihak produsen pendiri minimarket. Dalam arti kebijakan dan peraturan yang berlaku harus dilaksanakan dan proses perizinan minimarket harus diperketat apabila terjadi pelangaran perizinan harus di tindak. Langkah yang harus di benahi adalah keberadaan tradisional yang harus di perbaiki fasilitasnya seperti sanitasi pasar agar tidak kotor sehingga lebih menarik bagi para konsumen. Keberadaan pasar tradisional di kalangan masyarakat masih dibutuhkan dan menjadi salah satu budaya masyarakat Indonesia dalam jual – beli yang harus di pertahankan.Wednesday, December 1, 2010
Banjir Lahar Dinggin Mengancurkan Beberapa Tanggul Sungai, 1 Desember 2010
Tuesday, November 30, 2010
Lahar Dingin kali Code Jogja
Bencana yang ditimbulkan oleh letusan gunung merapi tidak hanya sampai permukiman di sekitar kawasan lereng merapi namun bencana sampai di daerah kota yogyakarta. Hujan deras yang terjadi di kawasan lereng merapi yang mengakibatkan aliran sungai meluap yang membawa material vulkanik akibat letusan gunung merapi menerjang kawasan kota yogyakarta seperti aliran sungai kali code yang merupakan terusan dari kali boyong.perlunya mitigasi bencana di sekitar bantaran sungai untuk mengurangi risiko bencana agar meminimalkan korban dan kerugian yang akan timbul. perlu diketahui menurut PP_No 35 tahun 1991 tentang sungai bahwa jarak sempadan sungai dengan permukiman harus berjarak 10 m. namun karena karakteristik permukiman di bantaran sungai kali code sebagaian besar berdiri di pinggir sungai dan jarak kurag dari 10 m maka perlu adanya penanganan tersendiri yaitu dengan melibatkan masyarakat dan stakeholder yang terkait. masyarakat harus sadar bahwa tempat tinggal yang mereka tempati rawan bencana seperti banjir dan tanah longsor sehingga masyarakat akan lebih tangap dan terbiasa dengan ancaman yang akan timbul. masyarakat akan lebih mudah membuat early warning dengan komunitas tangap bencana dengan keinginan dan cara warga masyarakat sendiri . misalnya membuat sirine penanda bencana, peta risiko bencana, sosialisasi dll.
sumber Foto : www.google.com
Sunday, October 31, 2010
Living Harmony With Disaster
sumber foto : www.google.com
Saturday, October 30, 2010
Sudah Saatnya Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal dan Tata Ruang
Bencana alam sedang melanda negara kita, dengan waktu bersamaan tangal 26 oktober 2010 terjadi Gempa bumi serta di lanjutkan tsunami di kepulauan mentawai bertepatan di pesisir pantai yang menewaskan hampir ratusan orang dan gunung merapi meletus yang menewaskan puluhan orang. Dari ahli geologi sudah memperkirakan bahwa daerah tersebut memang rawan bencana. Misalnya gunung merapi yang secara administrasi masuk dalam dua propinsi Yogyakarta ( kab. Sleman) dan provinsi Jawa Tengah ( Kab. Magelang, Kab. Boyolali, Kab. Klaten), BPPTK sudah melakukan mitigasi dari dini mulai dari pembuatan peta rawan bencana dan jalur evakuasi yang sudah di persiapakan sedini mungkin, desa kinaharjo merupakan daerah rawan bencana, sebelum dua hari gunung merapi meletus Badan Geologi Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana dan pemerintah kabupaten sleman sudah menghimbau masyarakat untuk mengungsi kebarak pengungsian yang sudah siapkan, karena di perkirakan erupsi terjadi kearah sleman ,namun masyarakat belum mau turun dengan alasan bahwa juru kunci atau seseorang yang dianggap lebih tahu belum juga mengungsi dan selain itu ativitas berternak tidak mau mereka tingalkan. Dan yang terjadi saat gunung merapi meletus evakuasi warga dilakukan secara dadakan dan warga ahirnya mau mengungsi.hal ini perlu menjadi evaluasi pemerintah di dalam menagani mitigasi bencana. Mitigasi bencana perlu dilakukan dengan cara pendekatan kearifan lokal dan tata ruang, dimana pendekatan tersebut harus di sesuaikan dengan culture masyarakat sekitar, perlu sosialisasi secara intens walaupun gunung merapi dalam kedaan tenang, masyarakat harus tahu bahwa ruang yang mereka tempati rawan bencana.upaya mitigasi dalam penataan ruang dapat dilakukan dengan membuat peta zonasi, pngenalan ruang tersebut terhadap masyarakat,memberi pemahaman kepada masyarakat mengenai kebencanaan. Sinkronisasi kearifan lokal dengan kebijakan pemerintah perlu dilakukan mengingat gunung merapi sudah diangap kekuatan spiritual bagi masyarakat jogyakarta dan aktivitas sehari – hari mereka selalu berkaitan dengan kawasan lereng merapi seperti menambang pasir, mencari rumput ternak dan berlandang.
Dan bencana tsunami di kepulauan mentawai harus menjadi evaluasi pemerintah bagaimana mentata permukiman pesisir pantai di kepulauan terluar. Pengetahuan masyarakat tentang daerah yang mereka tempati rawan bencana perlu dilakukan sehingga masyarakat dapat berpatisipasi didalam melakukan mitigasi bencana. mereka dapat mengatur ruang yang mereka tempati “living harmony with disaster” atau mereka dapat menyelaraskan dan hidup berdampingan dengan bencana. dan upaya-upaya menghindarinya dengan tetap memperhatikan kearifan lokal dari masing-masing daerah dan mendorong percepatan penyusunan peraturan terkait dengan Rencana Tata Ruang Wilayah yang mempertimbangkan aspek kebencanaan. Alat untuk memperingatkan tsunami yang sudah siapakan oleh pemerintaha harus dirawat dan dijaga dari tangan tangan jahil sehingga berfungsi dengan normal.Dukungan penyediaan infrastruktur sangat penting seperti jalur-jalur evakuasi,rumah sakit, lapangan landasan udara yang dapat menyalurkan kebutuhan logistic bagi korban bencana sehingga bantuan tidak terkesan lambat.
“LIVING HARMONY WITH DISASTER”
sumber foto : www. google.comFriday, October 8, 2010
Menelusuri kelurahan bandarharjo kecamatan semarang utara
kondisi dalam rumah warga yang yang jarak atap dengan lantai sangat dekat
Kampung ini di huni oleh manyarakat yang masyoritasnya berpendapatan rendah dan berkerja sebagai buruh, nelayan dan lain-lain. Kampung ini tiap harinya selalu terkena rob ,sehingga pada waktu air laut pasang permukiman di sekitar kawasan badarharjo terkena banjir rob. kondisi rumah yang selalu tergenang banjir rob membuat warga berinisiatif melakukan kenaikan lantai rumah masing-masing dengan biaya sendiri dan warga yang tidak mampu melakukan rekontruksi rumahnya jika banjir rob datang terpaksa mengungsi ke rumah tetangga atau mereka tetap bertahan dengan kondisi apa adanya.mungkin agak miris karena pemerintah belum melakukan solusi yang terbaik buat warga, adapun rumah susun yang dibangun tidak mampu menampung masyarakat yang terkena banjir rob,
warga melakukan inisiatif kerja bakti untuk melakukan pembenahan kampoungnya namun hal ini terhambat oleh dana yang sangat minim. Keadaan seperti ini sangat berdampak pada kondisi sosial mereka, hampir 60% pemuda warga di sekitar kelurahan bandarharjo menjadi pengaguran, jika mereka berkerja hanya mengunakan sistem kontrak oleh perusahaan dengan waktu hanya bulanan karena perusahaan pun juga tidak mau rugi, sepercik harapan di wajah masyarakat pun terlihat ketika kami melakukan wawancara dengan meraka, yang merka inginkan adalah bantuan untuk memperbaiki rumah mereka dan banjir rob tidak masuk ke pemukiman mereka lg dan jika adapun solusi pemerintah ingin memindahkan tempat tinggal mereka jangan jauh-jauh dari permukiman mereka Karena rata-rata dari mereka berkerja di sekitar tempat tinggal mereka .
Setapak demi setapak pun kami terlusuri beberapa foto tentang sebagian kawasan bandarhorjo dan foto ini hanya sebagian mewakili masalah dan apa yang terjadi di kawasan ini dan masih banyak masalah yang terjadi di kawasan ini: