Foto : Pintu Gerbang Makam Raja Mataram
Tuesday, August 10, 2010
Kota Gede Brand Kota Peraknya Jogja
Foto : Pintu Gerbang Makam Raja Mataram
Grandpalace-Bangkok KKP 2009
kenangan tahun lalu ketika satu angkatan PWK 2007 observation ke bangkok dalam rangka KKP Bangkok 2009, pergi bersama-sama satu angkatan yang tak kan kami lupakan. tak hanya sekedar kenangan yang di dapat tapi pengalaman yang tak terlupakan. Membandingakan negara Thailand dengan Indonesia, begitu kayanya negeri ku ini, sejelah berpijak di negeri orang lalu tersadar bahwa indonesia kaya nan Indah.Memories : Pak Gunung Rajiman ditengah bersama-sama anak didiknya ^^
Friday, July 23, 2010
Nasi Kenduri yang Terpinggirkan oleh Zaman Namun Penuh Makna
setiap ada acara tahlilah atau acara tempat tetangga di desa ku yang dianggap sacral pasti mereka mengadakan kenduri atau di desaku disebut kenduren dan mengundang seluruh tetangga yang berada dalam satu desa. Kenduri biasanya diisi dengan beberapa doa-doa yang diberikan kepada seseorang agar diberi kesehatan dan keselamatan atau mendoakan bagi orang yang sudah meninggal. Biasanya nasi kenduri berisi lauk pauk seperti kerupuk , peyek dll, gudangan yang mengabarkan apabila didalam perbedaan yang dicampur jadi satu namun menghasilkan rasa yang enak, nasi gurih ditaburi kacang yang mengambarkan kenikmatan kehidupan, nasi putih, nasih yang dibentuk bulat yang kononnya menceritakan kesatuan, dan hal yang paling unik wadah dari kenduri yang terbuat dari ayaman bambu yang dibentuk seperti wadah sebagai tempat kenduri, namun hal keberadaan nasi kenduri di masyarakat pinggiran sudah hampir luntur, hanya beberapa warga saja yang masih mengunakan adat tradisional ini, mungkin karena terlalu rumit dan banyak membutuhkan tenaga untuk membuatnya.
Dari pergeseran tersebut masyarakat biasanya jika mengadakan acara mengantinya dengan roti pesanan, dan lauk pauk yang di kemas secara simple namun tidak mengandung makna. Bagaimana mempertahankan suatu adat yang di tekan oleh perkembangan zaman ??? jawaban itu menjadi tugas kita?? Atau itu sebentar lagi hanya menjadi sebuah cerita?
Monday, July 19, 2010
Sisi lain keramaian Malioboro : Ada kampung Ketandan Kampungya Orang Cina di Jogja
Dibalik sibuknya pusat perdagangan komersil Malioboro terdapat sejarah kehidupan yang mengandung nilai history yang hampir terlupakan oleh generasi muda. Kampung ketandan, banyak orang sekitar menyebutnya. kampung ketandan yang dibatasi oleh Jlan Ahmad Yani, Jalan Suryataman, Jalan Suryotomo dan Jlan Los Pasar Beringharjo merupakan pusat permukiman orang pecinan pada zaman belanda.
menurut sejarah kampung ketandan muncul ahir abad ke 19 hingga awal - 20 sebagai permukiman Tiong Hoa ( cina). Pada masa itu, pemerintah belanda sedang menerapkan aturan yang membatasi pergerakan (passentelsel) serta membatasi wilayah tinggal mereka ( wijkertelsel) dan sultan hamengkubuaono II yang memerikan izin untuk menetap ditanah yang terletak di utara pasar beringharjo dengan harapan aktivitas pasar terdorong oleh perdagangan mereka ( sumber : jogja Green Map Edisi 01 April 2006)
Arsitektur bangunan berbentuk ruko (rumah toko atau shop house) sering menjadi ciri rumah di kampung pecinan, karena orang cina rata-rata berkerja sebagai pedagang yang melibatkan rumah pribadi sebagai tempat usaha, sehingga rumah bagi mereka mempunyai dua fungsi sebagai tempat usaha dan bertempat tinggal. Untuk memenuhi kedua fungsi tersebut biasanya rumah-rumah di daerah kampung pecinan terdiri dari dua lantai atau lebih (bertingkat). Pada umumnya bagian lantai dasar digunakan sebagai toko atau tempat berdagang, sedangkan pada lantai di atasnya digunakan untuk tempat tinggal.

