Thursday, July 15, 2010

MASJID AGUNG DEMAK : BANGUNAN LINTAS JAMAN TAK TERLUPAKAN

Sekitar 6 bulan yang lalu saat mengisi liburan kuliah semester ganjil, saya bersama teman-teman mengikuti salah satu kunjungan tour jelajah arsitektur masjid se-jawa tengah yang diadakan oleh SKI-Albana Jurusan Arsitektur dan Perencanaan UGM. Terlitas sejenak seperti apa kah bangunan tua itu yang dibangun saat penjajahan?

Menurut sejarah, masjid demak di dirikan oleh wali songo secara bersama-sama dalam tempo satu malam. bahwa masjid ini didirikan pada tahun Saka 1399 (1477) yang ditandai oleh candrasengkala “Lawang Trus Gunaningjanmi”, sedang pada gambar bulus yang berada di mihrab masjid ini terdapat lambang tahun Saka 1401 yang menunjukkan bahwa masjid ini berdiri tahun 1479.Bangunan yang terbuat dari kayu jati ini berukuran 31 m x 31 m dengan bagian serambi berukuran 31 m x 15 m. Atap tengahnya ditopang oleh empat buah tiang kayu raksasa (saka guru), yang dibuat oleh empat wali di antara Wali Songo. Saka sebelah tenggara adalah buatan Sunan Ampel, sebelah barat daya buatan Sunan Gunung Jati, sebelah barat laut buatan Sunan Bonang, sedang sebelah timur laut yang tidak terbuat dari satu buah kayu utuh melainkan disusun dari beberapa potong balok yang diikat menjadi satu (saka tatal), merupakan sumbangan dari Sunan Kalijaga. Serambinya dengan delapan buah tiang boyongan merupakan bangunan tambahan pada zaman Adipati Yunus (Pati Unus atau pangeran Sabrang Lor), sultan Demak ke-2 (1518-1521) pada tahun 1520.






Foto: halaman masjid agung demak yang luas dan terdapat beberapa tanaman sebagai penghijau dan peneduh







Foto : Didepan masjid terdapat kolam kecil yang dulu digunakan sebagai tempat wudhu jemaah ketika sebelum sholat, namun sekarang tidak








Foto : kayu Jati asli yang digunakan senagai tiang namun karena kondisi kayu yang sudah rapuh maka kayu tersebut di museumkan sebagai benda cagar budaya










Foto : keberadaan Didalam Masjid







Foto : didalam Masjid yang didalamya terdapat tiang yang menyimbolkan keberadaan wali songo






Foto : di Teras Masjid yang tiangnya terdapat ukiran jawa sebagai bentuk pendektaan agama islam di dalam kebudayaan jawa



Thursday, June 3, 2010

Pesona Pantai Bekah Desa Giripurwo Kabupaten Gunung Kidul: Tempat Memancing Para Nelayan Lobster

Keindahan di balik bukit pegunungan gunung kidul terdapat pesona keindahan panorama laut selatan pulau jawa. Pantai Bekah biasanya masyarakat desa Temon menyebutnya, selain menyimpan keindahan pantai ini menjadi salah satu tempat sumber mata pencaharian warga temon sebagai nelayan lobster atau di sebut pengredet. Letak pantai bekah terdapat di dusun Temon, desa Giripurwo, Kecamatan Gunungkidul Propinsi Yogyakarta. selain nelayan lobster, pantai bekah biasanya juga digunakan oleh para pemancing dari luar desa temon.Kondisi pantai Bekah yang masih alami menjadi daya tarik tersendiri .karena bentuk topografi pantai bekah yang bertebing menjadi keunikan dan menjadi tantangan bagi para pemancing. Namun saat ini belum adanya pengelolahan potensi pantai bekah oleh pemerintah sehingga pantai bekah belum menjadi obyek wisata pada umumya.
Biasanya para pemancing melempar tali pancing dari pinggir tebing ini. menyenangkan memang memancing di pinggir tebing sambil menikmati panorama birunya laut selatan pulau jawa
Para Petani Lobster Turun ke bawah tebing kira-kira 60 meter untuk menangkap lobster sebagai salah satu pekerjaan mereka, tanpa alat pengaman keselamatan . keadaan ini membuat saya salut kepada nelayan lobster di desa ini mereka menaruhkan nyawa demi sesuap nasi untuk keluarga.
Bersama Kawan-kawan Bambang dan Yudha serta Nelayan Lobster ( lupa nama Bapaknya siapa ^^)
Selain tangkapan lobster biasanya tangkapan ikan juga menjadi incaran para pemancing. Jika dilihat lebih jauh pantai bekah mempunyai pontensi pariwisata pesisir laut yang perlu dikembangkan , pengembangan pantai bekah ini juga dapat menimbulkan dampak positif bagi warga masyarakat sekitar, selain meningkatkan pendapatan juga dapat mengurangi pengangguran warga sekitar pantai bekah. dari rekomendasi kunjungan saya dan teman-teman hal yang perlu ditingkatkankan adalah Manajemen pengelolahan pantai bekah yang melibatkan masyarakat sekitar, infrastruktur seperti akses jalan menuju jalan pantai, air dan listrik perlu di adakan sehingga banyak pengunjung yang datang dan tertarik dengan pantai bekah

Tuesday, March 30, 2010

TIGA INTEGRASI KAWASAN WISATA KABUPATEN SLEMAN

Peta Integrasai Kawasan Wisata



Foto : Embung Tambakboyo









Foto : Stadion Internasional Maguwoharjo









Foto : Situs Budaya Candi Gebang




Ketiga obyek ini sangat berpontensi sekali untuk dikembangkan menjadi publik space bagi masyarakat sekitar. kehadiran stadion internasional maguwoharjo dan embung tambakboyo yang belum lama sangat mendukung keberdaan candi gebang yang menjadi salah satu situs budaya candi-candi yang ada di kabupaten klaten. Hal yang perlu diperhartikan dalam integrasinya ketiga obyek ini adalah adanya jalan penghubung dalam mengakses ketiga obyek tersebut.

GREEN ROOF SEBAGAI SOLUSI ALTERNATIF BANJIR TAHUNAN DI JAKARTA

Bencana banjir di kota Jakarta yang sudah menjadi banjir tahunan menjadi permasalahan yang sangat komplek bagi perkembangan kota jakarta, hal ini berdampak pada proses manajemen perkotaan yang berkaitan dengan perkembangan infrastruktur dan kondisi sosial- ekonomi masyarakat Jakarta. Fenomena banjir yang terjadi di Jakarta yang sudah menjadi bencana tahunan ini harus diselesaikan, hal ini harus mendapat perhartian yang khusus dan perlu adanya peran dari pemerintah dan masyarakat kota Jakarta.

Green roof yang merupakan taman di atas atap digunakan sebagai solusi alternatif menangani banjir tahunan yang efisien. Karena green roof merupakan sebuah konsep taman atap yang bisa diterapkan di kota yang mengalami keterbatasan lahan dan sebagian kawasan perkotaan tersebut merupakan lahan terbangun seperti rumah bertingkat, gendung perkantoran, mall, apartemen, hotel dan masih banyak lainya. Kerapatan antara bangunan di kota Jakarta telah keluar dari jalur ideal antara lahan terbangun dan tidak terbangun. Menurut undang-undang Tata Ruang Perkotaan Ruang bahwa lahan terbuka hijau diperkotaan idealnya mencapai 30% dan sisanya 70% merupakan lahan terbangun. Kondisi Ruang Terbuka Hijau di Jakarta baru mencapai 9% atau 5.591 dari total luas propinsi DKI Jakarta.

Dengan kondisi kota Jakarta sekarang bisa dipastikan jika musim penghujan tiba maka beberapa kawasan padat penduduk di Jakarta akan terendam banjir. Keadaan ini seharusnya menjadi perhatian bagi pemerintah terutama masyarakat untuk mengantisipasi bahaya banjir dengan mencari solusi kritis yang bisa diterapkan oleh masyarakat dan pemerintah khususnya. Misalnya dengan penerapan green roof di gedung- gedung dan perumahan atau dengan menambah lahan untuk taman yang multi fungsi sebagai tempat rekreasi, keindahan dan lingkungan sehat bebas polusi.


Untuk menerapkan green roof kita harus mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan, setidaknya tahu konstruksi green roof terdiri dari berapa macam bahan dan bagaimana perawatan yang harus dilakukan, jenis tanaman yang biasa ditanam.

Kontruksi green roof terdiri dari 5 lapisan:

1. Lapisan 1 Water Proof Membrane

2. Lapisan 2 Drain Mat

3. Lapisan 3 Filter Cloth

4. Lapisan 4 Growing Medium

5. Lapisan 5 Tanaman.

Jenis tanaman yang biasa dipergunakan untuk green roof adalah jenis tanaman tropis berakar dangkal, seperti: krokot merah, talas-talasan, krisdoren, dan asparagus. Beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan lain dalam penggunaan green roof adalah arah matahari, arah angin, kondisi temperatur, serta kemiringan dari atap bangunan. Sistem irigasi pada green roof menggunakan teknik penyiraman sprinkle, yaitu air hujan yang mengalir melalui jalan ditampung kemudian ditapis kembali ke permukaan dengan sistem kapiler secara continue sehingga tanaman tidak akan kekeringan akibat penyiraman yang tidak teratur.

Pengerjaan green roof memang lebih mahal dari pembuatan atap konvensional. Ditinjau dari segi pembiayaan, estimasi biaya Green Roof tergantung dari jenis tanaman dan luasnya lahan yang akan di bangun. Jika hanya ditanami rumput, budget yang dibutuhkan antara 500 ribu sampai 700 ribu rupiah per meter², sedangkan pohon palem, budget yang dibutuhkan sekitar 1 juta rupiah per meter². Kelebihannya memiliki nilai estetika dan efektif yang mampu memperpanjang fungsinya mencapai 20 tahun dan mempunyai sifat jangka panjang. Selain itu green roof juga dapat difungsikan sebagai fasilitas publik untuk sarana orang mencari hiburan dari kepenatan kota dan kesibukan kerja selama sepekan penuh. Kota tidak hanya dijalankan sebagai pusat kegiatan namun bagaimana kota tersebut dapat memberikan rasa nyaman bagi penghuninya. Contoh kasus kota Jakarta sering dilanda banjir tiap tahun. Salah satu banjir yang terbesar terjadi pada tahun 2007. Seluas 70% dari luas kota Jakarta terendam banjir. Kerugian dari banjir yang terjadi di Jakarta pada tahun 2007 diperkirakan mencapai 1,8 triliun mulai dari kerugian infrastruktur sampai dengan korban jiwa. Tercatat 57 orang meninggal dunia, 57.600 orang luka ringan. Jika dibandingkan dengan biaya pembangunan green roof kerugian akibat bencana banjir dapat ditekan seminimal mungkin, sebab green roof mempunyai manfaat seperti yang dipaparkan pada bab sebelumnya.

Tujuannya green roof bisa dilihat dari segi sebagai berikut :


1. Keuntungan Ekologi

a. Mereduksi Urban Heat Island Effect

b. Menetralisasi Polusi Suara

c. Menciptakan Habitat bagi kehidupan Alam Liar

2. Keuntungan Ekonomi

a. Penambahan Ruang Terbuka Hijau Perkotaan

b. Meminimaliskan Biaya Pemeliharaan dan Renovasi

c. Mereduksi Air Limpasan di Perkotaan

d. Pendidikan bagi Generasi Penerus

e. Menambah Nilai Estetika


Jadi green roof sangat efektif diterapkan di kota Jakarta sebagai solusi alternatif untuk mengurangi akibat banjir tahunan. Pemerintah Jakarta sangat diharapkan dapat memberikan motivasi insentif-disinsentif bagi para stakeholder pemilik gedung-gedung bertingkat yang ada agar mau menggunakan teknologi ini untuk mengatasi masalah bersama kota tersebut.