Dibalik sibuknya pusat perdagangan komersil Malioboro terdapat sejarah kehidupan yang mengandung nilai history yang hampir terlupakan oleh generasi muda. Kampung ketandan, banyak orang sekitar menyebutnya. kampung ketandan yang dibatasi oleh Jlan Ahmad Yani, Jalan Suryataman, Jalan Suryotomo dan Jlan Los Pasar Beringharjo merupakan pusat permukiman orang pecinan pada zaman belanda.
menurut sejarah kampung ketandan muncul ahir abad ke 19 hingga awal - 20 sebagai permukiman Tiong Hoa ( cina). Pada masa itu, pemerintah belanda sedang menerapkan aturan yang membatasi pergerakan (passentelsel) serta membatasi wilayah tinggal mereka ( wijkertelsel) dan sultan hamengkubuaono II yang memerikan izin untuk menetap ditanah yang terletak di utara pasar beringharjo dengan harapan aktivitas pasar terdorong oleh perdagangan mereka ( sumber : jogja Green Map Edisi 01 April 2006)
Arsitektur bangunan berbentuk ruko (rumah toko atau shop house) sering menjadi ciri rumah di kampung pecinan, karena orang cina rata-rata berkerja sebagai pedagang yang melibatkan rumah pribadi sebagai tempat usaha, sehingga rumah bagi mereka mempunyai dua fungsi sebagai tempat usaha dan bertempat tinggal. Untuk memenuhi kedua fungsi tersebut biasanya rumah-rumah di daerah kampung pecinan terdiri dari dua lantai atau lebih (bertingkat). Pada umumnya bagian lantai dasar digunakan sebagai toko atau tempat berdagang, sedangkan pada lantai di atasnya digunakan untuk tempat tinggal.



